Merantau Singkat ke Cirebon: Kisah Awal Kerja di Bagian EXIM Pabrik Sepatu Baru Indramayu

Daftar Isi

Diterima bekerja di tanah kelahiran sendiri, Kabupaten Indramayu, rasanya seperti mendapat durian runtuh. Sebagai putra daerah, bisa membangun karier dekat dengan keluarga tentu menjadi impian banyak orang. Kebahagiaan itu jugalah yang saya rasakan ketika resmi diterima di sebuah pabrik sepatu baru di Indramayu untuk posisi yang cukup menantang: Customs EXIM (Export-Import).

Namun, namanya juga awal perjuangan, selalu ada plot twist menarik di mulanya. Alih-alih langsung masuk kantor di Indramayu, saya justru harus "diungsikan" sementara waktu ke kota tetangga.

Begini cerita keseruan masa training 2 bulan saya yang penuh pembelajaran dan adaptasi baru!

Mengapa Harus Training di Cirebon?

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, "Kok diterimanya di Indramayu, tapi kerjanya malah di Cirebon?"

Jawabannya sederhana: karena pabrik tempat saya bekerja di Indramayu adalah cabang yang benar-benar baru selesai dibangun.

Saat saya diterima, kondisi fisik bangunan memang sudah ada, namun alat-alat operasional dan sistemnya belum siap 100% untuk dipakai bekerja. Sementara itu, pusat produksi dan pabrik utama yang sudah mapan berada di Cirebon bisa dibilang mereka ini masih satu grup perusahaan.

Strategi perusahaan sangat jelas:

  • Membentuk Tim "Siap Pakai": Kami dilatih di pabrik pusat agar paham betul alur kerja flow chart logistik dan regulasi bea cukai (customs).
  • Efisiensi Waktu: Jadi, ketika pabrik di Indramayu nanti sudah siap beroperasi penuh, saya dan tim tidak perlu gagap lagi. Kami bisa langsung running dan bekerja dengan optimal.

Kehidupan Baru di Pabedilan: Kampungnya Para Pekerja

Karena jarak Indramayu-Cirebon lumayan memakan waktu jika harus pulang-pergi setiap hari, saya memutuskan untuk ngekos. Pilihan tempat tinggal saya jatuh di daerah Pabedilan, Cirebon.

Awalnya saya mengira Pabedilan adalah daerah yang sepi. Ternyata perkiraan saya salah besar! Daerah ini justru menjadi salah satu pusat industri yang sibuk karena ada banyak pabrik berdiri di sini.

Kehidupan ngekos di Pabedilan ternyata sangat memudahkan para perantau seperti saya:

  • Surga Kuliner Murah: Mencari makan di sini sama sekali tidak susah. Dari pagi buta sampai malam, banyak sekali pedagang makanan yang berjualan di sekitaran pabrik. Harganya pun sangat bersahabat dengan kantong karyawan.
  • Saling Bertukar Cerita: Karena lingkungan kost didominasi oleh pekerja dari berbagai daerah, suasana kekeluargaan di sini terasa sangat hangat.

Ciledug: Tempat Healing Singkat Setelah Lelah Training

Meskipun di Pabedilan kebutuhan dasar seperti makan sudah sangat terpenuhi, terkadang ada rasa bosan yang melanda setelah seharian berkutat dengan dokumen EXIM yang menguras otak. Nah, kalau sudah butuh variasi makanan baru atau sekadar tempat nongkrong yang asyik, Ciledug adalah jawabannya!

Kelebihan main ke daerah Ciledug dari Pabedilan antara lain:

  • Jarak yang Dekat: Ciledug itu tetanggaan langsung dengan Pabedilan. Jaraknya dekat sekali, jadi tidak bikin capek di jalan setelah pulang kerja.
  • Pilihan Nongkrong Lebih Banyak: Di Ciledug, pilihan tempat makan, kafe, dan tempat hangout jauh lebih bervariasi. Sangat cocok untuk melepas penat di akhir pekan atau sekadar makan malam santai bersama teman-teman sesama trainee.

Siap Membawa Pengalaman Kembali ke Indramayu

Masa-masa training selama kurang lebih 2 bulan di Cirebon ini memberikan banyak sekali pelajaran berharga. Bukan hanya soal bagaimana mengurus dokumen bea cukai, kepabeanan, dan logistik ekspor-impor pabrik sepatu yang rumit, tetapi juga soal adaptasi di lingkungan baru.

Kini, dengan bekal ilmu yang matang dari pabrik pusat Cirebon, saya dan tim sudah berstatus siap pakai. Kami siap membawa semangat baru ini untuk memajukan industri dan berkontribusi langsung di pabrik sepatu baru di Kabupaten Indramayu!

Posting Komentar