Tradisi Cimplo khas Indramayu: Ritual Tolak Bala di Bulan Safar Lewat Kelezatan Kuliner Warisan
Masyarakat Indramayu memiliki berbagai tradisi unik yang kaya akan nilai spiritual dan budaya, salah satunya adalah tradisi menyambut dan menjalani bulan Safar. Dalam kalender Hijriah, bulan Safar kerap diidentikkan dengan momen untuk bermunajat memohon perlindungan dari marabahaya. Di Kabupaten Indramayu, tradisi ini diwujudkan melalui sebuah ritual kuliner khas bernama Kue Cimplo.
Makna Filosofis dan Tradisi Tolak Bala
Tradisi pembuatan cimplo umumnya berlangsung menjelang pertengahan atau akhir bulan Safar (terutama saat momen Rebo Wekasan). Bagi masyarakat Indramayu, cimplo bukan sekadar penganan biasa, melainkan media permohonan keselamatan dan bentuk sedekah tolak bala.
Nilai kebersamaan dan gotong royong menjadi ruh utama dari tradisi ini. Para warga, khususnya para ibu rumah tangga, saling berkumpul untuk membuat adonan dan memasak kue cimplo bersama-sama dalam jumlah besar. Setelah matang, kue cimplo dibagikan secara cuma-cuma kepada tetangga sekitar, sanak saudara, hingga ke mushola dan masjid. Pembagian makanan ini diniatkan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus doa bersama agar seluruh warga terhindar dari marabahaya dan bencana.
Cita Rasa dan Keunikan Kue Cimplo
Secara visual, kue cimplo memiliki bentuk bulat pipih yang menyerupai serabi atau apem. Bahan utamanya terdiri dari campuran tepung beras, ragi, dan tape singkong. Penggunaan ragi dan tape singkong menghasilkan tekstur kue yang lembut, sedikit berongga, dan beraroma fermentasi khas.
Jika dimakan tanpa saus, kue cimplo memiliki cita rasa yang cenderung tawar atau hambar. Karakteristik rasa yang netral ini memang disengaja agar serasi saat dipadukan dengan pelengkapnya. Kue cimplo disajikan dengan kucuran saus manis yang terbuat dari lelehan gula merah cair yang bercampur dengan parutan kelapa gurih. Perpaduan antara tekstur adonan yang lembut netral dengan legitnya saus gula merah kelapa menciptakan harmoni rasa tradisional yang khas.
Resep dan Cara Membuat Kue Cimplo khas Indramayu
Berikut adalah panduan bahan dan langkah-langkah membuat kue cimplo otentik di rumah.
Bahan Adonan Cimplo:
- 250 gram tepung beras
- 100 gram tape singkong (haluskan dan buang seratnya)
- 1 sdt ragi instan
- 350 ml air hangat
- 1/2 sdt garam
Bahan Saus Gula Merah Kelapa:
- 200 gram gula merah (sisir halus)
- 100 ml air
- 100 gram kelapa parut (pilih kelapa agak muda)
- 1 lembar daun pandan (simpulkan)
- 1/4 sdt garam
Langkah-Langkah Pembuatan:
1. Membuat Saus Gula Merah Kelapa:
- Rebus gula merah, air, garam, dan daun pandan di atas api sedang hingga gula larut sepenuhnya dan mendidih.
- Saring larutan gula merah agar bersih dari kotoran.
- Masukkan kelapa parut ke dalam air gula merah yang masih hangat, aduk rata, lalu masak sebentar dengan api kecil hingga meresap. Sisihkan.
2. Membuat Adonan Cimplo:
- Dalam wadah bersih, campurkan tepung beras, tape singkong yang sudah dihaluskan, dan ragi instan.
- Tuangkan air hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan whisk hingga adonan halus dan tidak ada yang bergumpal.
- Tambahkan garam, lalu aduk kembali hingga rata.
- Tutup wadah dengan kain bersih dan diamkan selama 45–60 menit hingga adonan mengembang dan berbusa.
3. Memasak Cimplo:
- Panaskan cetakan kue apem/serabi atau wajan teflon kecil dengan api sedang cenderung kecil. Olesi tipis dengan minyak jika diperlukan.
- Aduk perlahan adonan yang sudah mengembang untuk meratakan udaranya.
- Tuangkan satu sendok sayur adonan ke dalam cetakan.
- Tutup cetakan dan masak hingga permukaan kue berpori, matang, dan tidak lengket saat disentuh. Ungkit perlahan dan angkat (kue tidak perlu dibalik).
- Lakukan hingga seluruh adonan habis.
4. Penyajian:
- Tata beberapa lembar kue cimplo di atas piring saji.
- Kucurkan saus gula merah cair yang bercampur parutan kelapa di atasnya secara merata.
- Kue cimplo siap disajikan selagi hangat.

Posting Komentar